anamrufisa

Ana Monica Rufisa

gemini yang sakit

“Gemini adalah simbol yang mengingatkan manusia bahwa kebahagiaan kita tak akan pernah sempurna selama  masih ada satu orang saja yang menderita . Dan di atas itu semua, Gemini masih selalu mencari… padahal yang selama ini dicari adalah dirinya sendiri.”

Itu aku kutip dari vcd originalnya Sherina dalam albumnya “Gemini”. Diam-diam aku mengidolakan wanita ini dari kecil, lebih tepatnya dari album pertamanya “Andai Aku Besar Nanti”. Ya, sekarang idola cilikku sudah menjadi besar, gigi serinya tak lagi maju ke depan. Sama seperti fans berat lainnya, aku punya satu buku yang dipenuhi oleh foto-fotonya di setiap kegiatan. Begitu senangnya aku ketika Sherina mengangkat telepon dariku dan ia pun bernyanyi. Ketika SMP aku baru tahu bahwa itu hanyalah sebuah nada pengalihan panggilan. Aku sedih. Saat itulah aku mulai merasakan patah hati.

Dia semakin cantik dan sexy, dan aku semakin… semakin… apa?

Patah hati terjadi lagi hari ini (5/2/12). Ceritanya aku lagi sakit, tengah malam pulang ke rumah sambil membawa dua plastik obat dari dokter. Tujuan aku pulang ke rumah sebetulnya agar mendapat perawatan intensif dari mama papa, eh dilalahnya aku malah ditinggalin sendirian di rumah, pakdeku di Bekasi meninggal dunia tadi siang. Semakin siang suhu badanku semakin tinggi, setinggi harapanku untuk segera sembuh karena besok aku harus ngajar pagi. Entahlah. Belum satu minggu ngajar masa’ sudah minta izin bolos? Orang Turki tidak begitu mengindahkan toleransi (saya mengajar di sekolah yayasan Turki).

Jujur aja ya, saya lagi pengen banget roti, kata dokter tidak boleh makan makanan yang pedas dan berminyak, sedangkan di meja makan tersaji tahu, ayam kecap, bihun, dan megana (dibaca: megono, makanan khas Pekalongan). Jelas-jelas semua itu tidak akan tertelan. Papa sudah berbaik hati sekali membelikan bubur ayam untuk menu makan siangku, tapi namanya perut orang sakit, pastinya selalu lapar! Rasanya aku mau ambil motor saja pergi sendiri ke minimart, tapi aku baru ingat kalau aku tidak bisa naik motor!

Mama menitipkanku kepada tetangga sebelah, tapi aku orangnya tidak suka merepotkan orang… jadi ketika tetangga itu datang ke kamarku dan menemukanku sedang selimutan, aku bilang saja aku belum mau makan. Bodohnya!

Aku iseng lalu browsing, dan ketemulah blog ini http://udechi.blogspot.com/2011/08/atasi-radang-tenggorokan-dengan-obat.html. Bodohnya lagi, aku ikutin semua yang penulis bog itu tuliskan, membuat masker garam untuk leher agar sakitnya berkurang. TAPI setelah kucoba, sakitnya tidak berkurang, yang ada malah tempat tidurku jadi penuh dengan garam. Cerdas!

Aku mau nangis, tapi tiba-tiba sadar kalau umurku sudah 21. Malu! Ya sudah, tunggu saja sampai mama papa datang… Ternyata benar kata orang, obat terampuh itu adalah kasih sayang… Tau begini aku tidak usah pulang, tiduran saja di kosan, minta beliin roti dan jus buah sama teman. Tapi setidaknya penyakit malarinduku sudah terobati. Tinggal menunggu badanku pulih kembali…

Sehat, ya, Mon!

February 5th, 2012 3 notes
  1. civirily said: udah sembuh belom miss ana mokawin? :D kapan ke kostan? aku udah di kostan loh… :*
  2. anamrufisa posted this